Celoteh Cinta untuk RCO di Masa Depan


“Ayaaa… teror masih berlanjut, dan sekarang Mapolda Riau jadi sasaran. Ya Allah, apa sih maunya orang-orang tak beradab itu? Buat rusuh aja! Mana, sekarang kita juga diperlihatkan dengan keadaan Palestina yang kian mencekam! Allahu, sungguh telah amat dekat kiamat itu!” terdengar suara penuh emosi diselingi kecemasan di seberang sana. Yah, kembali Cinta membuat kejutan, di tengah asyiknya Aya menikmati kelonggaran aktivitas kerja Rabu ini, tiba-tiba si gawai yang tengah diberi energi, berdering nyaring memperdengarkan lantunan syahdu milik Raef.

“Iya, Cin. Apapun tujuan mereka, siapapun para penebar teror itu, mereka ingin memecah kedamaian, ingin umat manusia gusar, tapi, tentu saja itu tidak akan membuat kita takut, tidak akan bukan?! Dirimu sendiri kemarin yang bilang begitu, di sini, jadi, cukuplah pihak yang berwenang mengatasinya, dan tugas kita untuk membuat sekeliling agar tidak panik, ikut mendamaikan, ikut meluruskan, dan yang paling penting berserah pada-Nya, semoga semua hal yang terjadi di atas dunia fana ini, segera mendekati akhirnya, dan kita diberi kekuatan menjalaninya. Aamiin!”

“Iya, Ay, kamu bener! Oh iya, tumben nih, telponnya diangkat, lagi senggang ya?” kembali gadis menggemaskan itu memperdengarkan tawanya, seolah lupa pada amarahnya yang baru saja.

“Iya, Cinta, ada acara sih sebenarnya, tapi, males ikutan, jadinya jaga gawang aja di ruangan, lagian refresh sejenaklah menjelang Ramadan besok!”

“Oh iya, berarti bisa ngobrol dong ya?”

Ampun nih anak, bukannya udah dari tadi celotehanya ya?!

“Trus apa kabar RCO-mu tuh Ay, udah kelar? Lulus nggak?”

“Hahaha… inget aja lu Cin, belum. Tanggal 19 nanti berakhir, tgl. 20 pengumuman, InsyaAllah. Wuah, tentang hal itu, Aya kembali menggunakan kemaksimalan bolos nih, di setiap level kayaknya. Heu, emang ya, sukar banget bagi waktu!”

“Ya ampun, udah sering begadang gituh, masih suka bolos juga? Lu ngapain aja emangnya Ay?”

“Ampun deh ya, menjelang Ramadan gini, agenda jadi makin full dari biasanya. Ah, ya udah deh, Aya lanjut baca ya, mumpung ada masa nih!”

“Eits, tunggu dulu, Cinta masih mau nanya nih, trus di level terakhir ini, tugasnya apaan?”

“Aigoo, nih anak yo! Kita diwajibkan baca buku biografi tokoh Indonesia dan buku bahasa asing untuk level terakhir ini, untuk tugasnya, kita diwajibkan nulis review-nya dalam bentuk puisi untuk buku biografi, dan ringkasan minimal 150 kata untuk buku bahasa asing, selain itu, kita juga ditugaskan untuk menuliskan kesan, pesan, dan saran untuk pengembangan RCO di masa depan!” bisa kamu bayangkan, Aya ngomong gitu dalam satu nafas, heuh… untung nggak panjang.

“Wow, keren tuh, biografi ya? Ah, itu kenapa kamu baca buku tentang Buya Hamka ya Ay? Dan bahasa asing? Wuih, kereeennn. Kamu baca apa? Eh, nggak ding, nanti juga ditulis ya?! Untuk tugas lainnya itu, boleh ikut kasih krisan nggak?!”

Masih lanjut aja celotehannya, Please, Miss. Cinta!”

“Okay, jadi, menurut Cinta nih ya, RCO ini udah keren banget sesuai namanya, reading challenge odop. Benar-benar buat challenged, dan lagi, manfaatnya besar banget, buktinya di kamu Ay. Iya sih, kamu emang suka baca, tapi kan rekormu nggak pernah sekeren pas ikutan RCO yang pernah sampai ratusan halaman dalam sehari. Cinta pernah mergokin kamu seharian baca, bahkan sampe sering banget begadang, walau yah, nggak baik sih emang, tapi, beriring masa, kamu mulai bisa me-manage waktu bukan? Nggak lagi suka begadang, sekalipun kamu baca tengah malam, tapi itu karena kamu udah tidur di awal waktu. Dan lagi nih, referensi bacaan kamu juga makin bertambah, pengenalan dengan berbagai genre, sekalipun kamu mungkin nggak suka atau bahkan nggak pernah baca sekalipun, tapi tetap kamu baca, karena tertantang. Bener toh?!”

Bener juga sih, apa yang diomongin nih anak!

“Untuk sarannya nih, iya sih, RCO masa ini udah keren banget. PJ-nya te-o-pe-be-ge-te deh, challenge-nya juga keren bingits, saran dari Cinta sih, supaya makin ketje nih RCO, mungkin bisa gini nih, setiap peserta RCO, para challenger di-sunnahkan menulis review bacaan sesuai passion-nya mereka masing-masing, ini khusus bacaan di luar kewajiban. Kan, pasti ada yang baca lebih dari dua buku yang diwajibkan. Asyikkan tuh pasti, menambah referensi dan setidaknya jadi sedikit tahu genre apa yang paling banyak menjadi bahan bacaan. Bisa jadi penelitian juga tuh, eh?! Hahaha… lanjut ya, saran selanjutnya untuk perkembangan RCO di masa depan. Untuk meringankan beban para PJ, dan agar semua ikut berpartisipasi aktif dan mengurangi jumlah eliminasi, bisa tuh, jelang pergantian level, diberikan masa untuk diskusi untuk challenge selanjutnya, para peserta bisa ikut bermusyawarah menentukan, dan tentu saja, harus menghormati apapun keputusan yang diberikan. Toh, semuanya udah dewasa pasti, jadi InsyaAllah diskusinya akan berjalan alot, dan lagi pasti seru toh, saling mendengarkan apa yang diinginkan. Hihihi… kayaknya itu aja deh sarannya, kalau kebanyakan ntar nggak ketampung, dan makin ngelantur yang ada.”

Kamu tahu?! Setelah bicara begitu, seperti biasa, tuh anak, nyelonong ae pergi. Panggilan langsung diputus, ya ampuuunnn bikin greget deh!

#TugasRCO
#Tugas3Level4
#OneDayOnePost

12 komentar:

Suden Basayev mengatakan...

Keren deh ah, fiksinya. Mantap!

Hiday Nur mengatakan...

Nice juga sih kalo ada diskusi soal next tantangan. Tapi bisa2 terlalu mudah dan nggak challenging lagi hehehe... Tau kan karakter peserta di mana-mana mintanya dimanjain hahaha. Mungkin usul aja kali ya, ttp admin yg memutuskan.

Sovia Triana Anggurela mengatakan...

Kerennnn

Lutfi Yulianto mengatakan...

😆 bener kata Mbak Hiday 😂 nanti pasti minta dimudahin...xixixi.....terima kasih atas sarannya ya mbk

Murasaki4219 mengatakan...

Miss Cynta .. aya aya wae 😃😄

agusheri Widodo mengatakan...

Mantap

Isnania mengatakan...

Mas Suden lebih keren lagi nih ^_^

Isnania mengatakan...

Hehehe... iya mbak.
Berarti kalo gitu, pendapat yang diambil ialah yang paling banyak dihindari, hihihi...

Isnania mengatakan...

Sovia juga keren banget ^_^

Isnania mengatakan...

Hihihi...
Masama Cak Iyan ^_^

Isnania mengatakan...

Tau nih bun, Cinta emang suka gitu :D

Isnania mengatakan...

Alhamdulillah.
Makasih Pak Puh ^_^

Posting Komentar

 
;