Cinta Bicara Terorisme


“Hai Ay!”

Hello Cin, are you okay?

I’m not okay! Kamu tahu Ay, Cinta benar-benar tak tahan lagi ingin bicara kasar, selama ini Cinta selalu berusaha untuk tidak menanggapi, cukup membawanya dalam doa tulus sepanjang masa, tapi, tidak kali ini, Cinta tidak bisa! Cinta harus bicara!”

Baru kali ini, Aya melihat betapa seriusnya Cinta, selama ini, gadis itu selalu datang dengan wajah cerianya, atau sesekali mimik sedihnya, namun saat ini, kalian tahu?! Cinta terlihat berbeda, perasaannya yang campur aduk itu, terlihat tajam, rasa marah, kejengkelan, sedih, sungguh tak mampu Aya ukir lebih dalam. Hanya mendengar dan mendengar apa yang ingin dicelotehkannya di masa ini.

“Sebentar lagi Ramadan, bulan yang teramat suci bagi umat Islam akan menghampiri, tapi, lihatlah, hal itu ternoda, amat ternoda dengan segala hal yang terjadi di Indonesia, Negara tercinta ini. Belum usai duka yang ditabur dari peristiwa rusuhnya Mako Brimob, kini rakyat Indonesia harus kembali berduka, amat berduka untuk hal yang telah lama menghantui, bom bunuh diri kembali terjadi, tiga gereja di Surabaya menjadi sasaran, muslim disinyalir ialah tersangka kejadian tak bertanggung jawab ini.”

“Duka Indonesia kembali hadir di tengah umat Islam akan segera merayakan bulan yang suci, pelaku bom bunuh diri yang dinamai teroris itu, yang diklaim sebagai muslim. Sungguh tidak pantas, mereka menyebut diri ialah ‘Muslim’, dan bom bunuh diri sebagai ‘jihad’. Tidak, sangat tidak pantas! Karena Muslim bukan Teroris dan Teroris bukanlah Muslim! Tidak tahukah mereka? Islam ialah agama rahmatan lil alamin, Islam ialah agama yang cinta damai, Islam menjunjung tinggi jihad sebagai jalan perjuangan menuju-Nya, namun jihad yang mereka lakukan, bukanlah jihad yang dimaksudkan dalam kalamullah. Bom bunuh diri yang menewaskan insan tak berdosa, insan yang bukanlah musuh sejati Islam, bukanlah jalan jihad yang sesungguhnya.”

“Baiklah, kata kasar itu harus keluar, siapapun dalang dari semua kejadian tak beradab ini, mereka bukanlah manusia, melainkan iblis berwujud manusia, karena hanya kaum iblislah yang tengah berjuang merusak umat manusia, iblislah yang begitu membenci kedamaian, iblislah yang amat senang bila melihat manusia bertikai. Tapi, harap mereka tahu, bahwa sia-sia apa yang mereka lakukan, umat manusia, masyarakat dunia, khususnya masyarakat Indonesia, bukanlah boneka kehidupan yang akan mampu mereka bodohi. Jika mereka bisa berpikir cerdas, seharusnya penyesalan tiada akhirlah yang akan tertimpa pada diri mereka, para teroris itu, kenapa? Karena, peristiwa bom bunuh diri, tidak akan mampu memecah belah umat manusia, justru sebaliknya, kerukunan beragama akan semakin menguat, tidak akan runtuh persahabatan antara muslim dan nonmuslim karena perbuatan keji mereka. Tidak akan!”

“Apapun upaya biadab yang mereka lakukan untuk memecah kedamaian, sungguh terkutuklah mereka itu. Tiadalah surga yang mereka impikan akan terhadiahi, tiadalah kehormatan diri akan menghiasi, justru hanya akan ada sumpah serakah untuk segala hal tak bertanggung jawab yang mereka lakukan, hanya ada doa orang teraniaya yang akan menghantarkan mereka pada laknatullah. Naudzubillah, astaghfirullah, semoga kedamaian tetaplah terpancar di hati, para korban mendapat pengampunan dan kasih-Nya, keluarga korban mampu berdamai dengan duka panjang mereka, dan hidayah mampu hadir dalam diri para teroris itu. Aamiin!”


#onedayonepost 
#odoperbicara 
#odoperbicaraterorisme 
#terorisbukanislam 
#islambukanteroris   
#islamrahmatanlilalamin 
#islamagamacintadamai 
#ramadandamai

1 komentar:

zeela zeal mengatakan...

Naudzubillahimin dzalik

Posting Komentar

 
;